Jakarta – Sebanyak 10 preman yang kerap melakukan aksi pemalakan kepada sopir pengangkut barang dagangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat diringkus polisi.
Para preman tersebut kerap menghalangi sopir untuk membawa dagangan hingga menimbulkan kemacetan, sebelum memberikan uang pungli senilai Rp 5-10 ribu.
“Memang kemarin ada 10 orang preman yang kita tangkap di kawasan Blok F Pasar Tanah Abang. Selama ini yang diketahui para sopir terpaksa memberikan (uang),” ujar Kapolsek Tanah Abang (Kompol. Singgih Hermawan).
Ia menuturkan, pihaknya sampai dengan saat ini masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap 10 preman tersebut. Ia juga belum bisa memastikan berapa nilai keuntungan pasti yang didapatkan dari hasil pungli.
Namun, jika terdapat 10 mobil yang melintas dengan tarif pungli sebesar Rp 10 ribu tiap mobil. Maka keuntungan yang didapatkan bisa mencapai Rp 100 ribu per harinya.
“Belum tahu keuntungannya, tapi mereka ini menyusahkan sopir. Ini jelas enggak wajar, apalagi di sana itu kan ada parkiran luas,” imbuhnya.
Ia menegaskan, 10 orang preman ini belum mendapatkan status hukum sebagai tersangka, lantaran belum adanya laporan dari korban yang merupakan para sopir truk.
Ia berharap para sopir berani untuk melaporkan ke aparat kepolisian jika mengetahui aksi pungli tersebut, sehingga dapat dilakukan penindakan dan pembinaan secepatnya.
“Nanti secepatnya untuk mereka pelaku pungli kita tindak sesuai proses hukum,” tukasnya.
(PoldaMetroJaya)


