Jakarta – Polda Metro Jaya tetap mengembangkan kasus eksploitasi anak secara seksual maupun ekonomi yang dilakukan oleh warga negara Prancis bernama FAC (65). Pengembangan dilakukan meskipun FAC telah meninggal pada Minggu (12/07/2020) setelah melakukan bunuh diri.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus) pihak kepolisian membuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Hal itu disebabkan adanya dugaan bahwa FAC menjual video – video prostitusi dengan ratusan anak.
“Bisa saja kalau ada yang beli. Setelah kita tahu ada yang beli, bisa tersangka. Ini sedang kami cari. Kemarin kurang kooperatif dia menyampaikan semuanya, passwordnya apa,” kata Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus.
Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Ditsiber Mabes Polri guna melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap laptop milik FAC. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, dari 305 anak yang menjadi korban FAC, polisi baru berhasil mengidentifikasi 19 anak.
Ia mengakui pihaknya kesulitan dalam melakukan identifikasi para korban. Hal itu disebabkan karena anak – anak belum terekam dalam databasenya KTP.
Sebelumnya, FAC melakukan percobaan bunuh diri pada Kamis (09/07/2020) malam, beberapa jam setelah dirinya dihadirkan dalam ungkap kasus di hadapan wartawan.
Menurut Kabid Dokkes Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Umar Shahab), pihaknya sempat membawa FAC ke RS. Polri Kramat Jati. Berdasarkan hasil diagnosa dokter, FAC mengalami retakan pada tulang leher bagian belakang. Hal itu menyebabkan FAC kekurangan pasokan oksigen.
“Diagnosa dari dokter yang merawat, itu jelas ada retakan pada tulang belakang di leher yang menyebabkan sumsumnya kena jerat dan sehingga suplai oksigen ke otak dan organ – organ penting berkurang,” tutupnya.
(PoldaMetroJaya)


