Mediaonline.co.id, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Jumat (14/8/2020) menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD tahun 2020 di Gedung MPR, Senayan, Jakarta.
Melalui akun Twitter resmi Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg) @KemensetnegRI. Poin-poin penting pidato tersebut dibagikan.
Ada 24 tread atau tampilan utas cuitan terkait pidato Presiden Joko Widodo yang diunggah Kemensetneg. Hal serupa juga diunggah oleh akun resmi seluruh jajaran kementerian lainnya.
Berikut 24 poin penting tersebut:
- Semestinya sejak dua minggu yang lalu berbagai lomba dan kerumunan penuh kegembiraan, karnaval-karnaval perayaan peringatan hari kemerdekaan diadakan, menyelimuti suasana bulan kemerdekaan ke-75 RI.
- Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka.
- Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali sedang menghadapi masa sulit ditengah pandemi Covid-19. Dalam catatan WHO sampai dengan tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia.
- Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%.
- Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat.
- Harus melakukan re-start, Harus melakukan re-booting. Dan semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya.
- Saya menyambut hangat, seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama dan tokoh-tokoh budaya, agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.
- Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan termasuk kesehatan dan pendidikan.
- Pada usia ke 75 ini kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country. Dan 25 tahun lagi pada usia seabad Republik Indonesia kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia negara maju.
- Kita harus melakukan reformasi fundamental dalam cara kita bekerja. Kesiap-siagaan dan kecepatan kita diuji: mengevakuasi Warga Negara Indonesia dari wilayah pandemi di Tiongkok
- Menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, obat-obatan, alat kesehatan dan mendisiplinkan protokol kesehatan. Semuanya harus dilakukan secara cepat, dalam waktu yang sangat singkat.
- Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak pada perekonomian nasional, kita harus cepat bergerak. Memberi bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai, subsidi & diskon tarif listrik, BLT Desa, subsidi gaji
- Membantu UMKM memperoleh restrukturisasi kredit, banpres produktif berupa bantuan modal darurat & membantu pembelian produk-produk mereka. Membantu tenaga kerja korban PHK antara lain melalui Bantuan Sosial dan Program Prakerja.
- Untuk itu semua, pemerintah cepat melakukan perubahan rumusan program. Menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini. Melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat.
- Menerbitkan Perppu No1/2020 yang kemudian disetujui DPR menjadi UU No2/2020. Mensinergikan dengan BI, OJK, dan LPS untuk memulihkan perekonomian.
- Krisis ini memaksa kita menggeser channel cara kerja normal menjadi ekstra-normal. Dari cara-cara biasa menjadi luar biasa. Dari prosedur panjang berbelit jadi smart-short-cut. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil.
- Pola pikir & etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi & penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional & produktivitas nasional harus ditingkatkan
- Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Krisis harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan.
- Atas nama rakyat, bangsa & negara, saya menyampaikan terima kasih & penghargaan setinggi-tingginya kepada para dokter & perawat, serta seluruh petugas di rumah sakit, di laboratorium, di klinik-klinik kesehatan, & di rumah isolasi.
- Kepada tokoh masyarakat, para relawan, awak media, aparat TNI dan Polri, para ASN di pusat dan daerah.
- Reformasi fundamental di sektor kesehatan harus kita percepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan.
- Penguatan kapasitas SDM, pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan.
- Ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan secara besar-besaran.
- Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan, dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi, sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri. (msn/fajar)


