Hadapi Pandemi Virus Korona, Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan

Mediaonline.co.id, JAKARTA—Mengantisipasi dampak merebaknya wabah
Covid-19 dan HBKN tahun 2020, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan,
stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan strategis. Upaya itu salah
satunya ditunjukkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama supplier dan
produsen pangan tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga pangan di
Jakarta, Jumat, 20 Maret hari ini.

“Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen kita
semua untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga menghadapi wabah Korona serta
menjelang puasa dan lebaran,” demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan
Pangan, Agung Hendriadi.

Bacaan Lainnya

Agung menjelaskan, penandatanganan ini sesuai dengan arahan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar semua pihak menjalin kerja sama dan
sinergi menjaga pangan terutama menghadapi wabah Korona dan HBKN.

Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono mewakili Menteri Pertanian
dalam penandatanganan tersebut menyampaikan apresiasi kepada para produsen dan
supplier pangan atas komitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan. “Ini
tugas bersama untuk negara dan bangsa dalam menyediakan pangan yang cukup bagi
267 juta orang,” kata Kasdi.

Kasdi juga mengungkapkan, dari perspektif neraca pangan,
ketersediaan komoditas pangan pokok strategis cukup. Akan tetapi, dari aspek
distribusi dan stabilitas harga membutuhkan peran dari semua pihak terutama
supplier untuk memenuhi pasokan pangan di pasaran. 

Ruang lingkup kesepakatan meliputi penyediaan, penyaluran,
dan stabilisasi harga 11 komoditas pangan pokok meliputi beras, jagung, daging
ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit,
bawang merah, dan bawang putih.

Kesepakatan bersama ditandatangi oleh produsen dan supplier
komoditas pangan tersebut yaitu Perpadi, PT Food Station, PT Datu Nusantara
Agribisnis, PT Asian Agro, PT Musim Mas, PT Wilmar Nabati, PTPN Holding
Company, PT Makassar Tenee, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Binagloria
Enterprindo, Poktan Kembang Sari, Asosiasi Champion Cabai Jateng, Gabungan
Usaha Pembibitan Unggas, PT Duta Putra Perkasa, PT Suri Nusantara Jaya, dan PT
Berkat Mandiri Prima. (rls)

Source

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *