Corona Mewabah, Salat Idulfitri Terancam Tidak Ada

Mediaonline.co.id, JAKARTA– Covid-19 telah menjalar hampir ke seluruh negara di dunia. Puluhan ribu kasus ditemukan, ribuan nyawa melayang olehnya.

Di Indonesia, virus yang titik nolnya berada di Wuhan, China ini tercatat pada Senin 30 Maret 2020 angkanya mencapai 1.414 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 122 orang, dengan jumlah yang sembuh 75 orang.

Bacaan Lainnya

Melihat angka di atas, penyebaran virus ini diprediksi masih jauh dari kata berhenti. Hampir semua elemen bangsa bahu membahu memerangi virus pandemik ini.

Keprihatinan akan musibah global ini diungkapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam keterangan pers ia menyatakan jika keadaan sampai dua bulan ke depan masih darurat Corona, artinya saat itu adalah Hari Raya Idulfitri maka Muhammadiyah sebagaimana MUI bahkan telah mengeluarkan fatwa agar menunaikan ibadah salat di rumah.

“Fatwa antisipatif untuk hadapi Ramadan dan Idulfitri dengan segala rangkaiannya. Intinya tarawih dan kegiatan ibadah di masjid dapat dilakukan di rumah masing-masing, Idulfitri dapat ditiadakan jika keadaan masih darurat corona,” papar Haedar Nashir dilansir fajar.co.id, Selasa (31/03/2020).

Haedar mengusulkan demi mencegah penularan Covid-19 secara meluas, sebenarnya cukup bijaksana jika pemerintah pusat mempertimbangkan pemberlakuan karantina wilayah yang berlaku secara nasional, baik dengan merujuk pada UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan maupun dibuat Peraturan Presiden atau landasan hukum lainnya.

“Korban tertular dan meninggal sudah banyak, saatnya penyelamatan nasional untuk bangsa lebih diutamakan,” tegas Haedar.

Menurut Haedar, tentu segala sesuatu maupun dampaknya dapat dimasukkan dalam pertimbangan dan pelaksanaan kebijakan itu, termasuk dampak ekonomi khususnya dalam melindungi warga masyarakat pekerja harian dan mereka yang tidak mampu.

“Kami berharap para elite dan kekuatan partai politik maupun pejabat negara lainnya menunjukkan komitmen dan keprihatinan yang tinggi untuk meringankan beban rakyat dan melakukan ikhtiar bersama hadapi wabah pandemi ini,” ucap dia.

“Semoga kita sebagai bangsa beriman semakin bertaqwa dan dapat mengambil ibrah seraya terus bermunajat kepada Allah SWT agar dengan Rahman-Rahim dan Kekuasaan-Nya dapat meringankan dan mengeluarkan kita dari musibah besar ini,” tutup Haedar. (endra/fajar)

Source

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *