Mediaonline.co.id, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan)
melalui Direktorat Jenderal Hortikultura merevitalisasi 33 pasar tani.
Pembangunan dilakukan agar distribusi dan penjualan pangan ke masyarakat
berjalan dengan lancar.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid
Taufik dalam video conference yang digelar bersama perwakilan Pasar Tani
se-Indonesia, Senin, lalu mengatakan, “Terlebih, pangan yang dijual
langsung didapat dari para petani.”
Yasid mengatakan, Ditjen Hortikultura mendukung
pendistribusian tersebut melalui anggaran pengadaan barang, sewa warehouse pergudangan, subsidi dan alat
angkut. Selain itu, pihaknya juga akan menginstruksikan seluruh pengelola pasar
tani agar selalu dalam kondisi siap.
“Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian
(Syahrul Yasin Limpo) untuk senantiasa menjaga stabilisasi kebutuhan pangan
masyarakat,” katanya.
Menurut Yasid, dengan melakukan koordinasi bersama Pasar
Tani Seluruh Indonesia, maka kebutuhan pangan dapat segera disiapkan sekaligus
melengkapi jaring pengaman sosial (social safety net). “Apalagi dengan
banyaknya retail yang tutup bisa menjadi peluang yang bagus untuk
memperkenalkan dan memanfaatkan pasar tani,” katanya.
Taufik menegaskan, keberadaan Pasar Tani tetap buka meski
saat ini tengah menghadapi penyebaran wabah Covid 19. “Sebagai contoh
pasar tani provinsi Aceh tetap beroperasi seperti biasa dengan mengacu pada
standar dan SOP pemerintah pusat. Misalnya pembeli wajib cuci tangan,
pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker, dan diterapkannya jarak 1 meter,”
katanya.
Sementara itu, pedagang pasar tani Aceh, Yunisa Putri
menuturkan keberadaan pasar tani sangat membantu para petani yang kesulitan
memasarkan produk pertaniannya. “Masyarakat juga terbantu untuk memenuhi
kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang murah,” tutur Yunisa.
Di tempat berbeda, Pengurus Pasar Tani Sukabumi, Susan
mengaku siap menjalankan pasar tani online. Kesiapan itu ditandai dengan
hadirnya bantuan kursi, tenda kontainer dan meja dari pemerintah pusat.
“Ketersediaan sayur, buah, beras siap untuk dipasok
dari daerah Sukabumi maupun ke luar daerah. Mungkin yang diperlukan saat ini
adalah sistem aplikasi online untuk aktivitas penjualan pasar tani. Tapi kami
siap jika nanti berjalan,” katanya.
Untuk diketahui, pemerintah saat ini sudah memfasilitasi
layanan penjualan online pasar tani dengan menyediakan gudang untuk stok
buah-sayur, subsdii biaya angkut buah sayur dari lokasi sumber ke gudang pasar
tani dan kebutuhan sarana pengemasan produk.
Adapun pasar Tani di 30 Provinsi dan 3 Kabupaten akan hadir
menyediakan paket-paket bahan pangan yang terjangkau dengan yang mudah karena
menggunakan online sistem dari rumah. Sebagai pelaksanaannya, pasar tani akan
diintegrasikan dengan Sub Terminal Agribisnis yang ada di wilayah itu, sehingga
bisa menghidupkan kembali Sub Terminal rantai pasok produk hortikultura.
Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, saat ini distribusi
dan penjualan pangan mengalami sedikit hambatan karena berkurangnya aktifitas
di luar rumah.
Aktivitas sektor Horeka (hotel, restoran, kantor) tinggal 10
persen dari biasanya. Horeka dan retail mengurangi jam operasional menyebabkan
berkurangnya akses bagi masyarakar untuk memperoleh pangan. Hal ini juga
berdampak pada supply produk pangan karena retail tidak menampung pasokan yang
masuk dan harga mengalami penurunan. (rls)


