Mediaonline.co.id, SRAGEN—Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memasuki
puncak panen padi, Maret 2020 ini dengan cakupan seluas 21.260 hektare. Selain untuk
memenuhi kebutuhan beras seluruh masyarakatnya, hasil panen Sragen juga menyuplai
beras untuk daerah lain.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan
Pangan Kabupaten Sagen, Eka Rini L. Ia menegaskan, ini bukti bahwa di tengah
wabah virus Corona yang melanda dunia di antaranya Indonesia, stok pangan
khususnya beras tidak terpengaruh.
Eka menyatakan keberhasilan pertanian Kabupaten Sragen, termasuk
melakukan pesta panen padi tersebut tak lepas dari kontribusi Kementerian
Pertanian (Kementan) yang memberikan dukungan atau bantuan sarana produksi dan
pendampingan. Program Kementan mendorong Kabupaten Sragen harus senantiasa
mewujudkan swasembada beras yang berkelanjutan.
“Memang tidak dapat dipungkiri wilayah ini walaupun
musim keringpun dapat melakukan budidaya padi dengan menggunakan fasilitas
sumur dan pompa air yang telah mencapai hampir 30.000 titik,” jelasnya.
Menurut Eka, bantuan ini sangat membantu petani guna
mengamankan dan meningkatkan hasil budaya padi petani. Apalagi saat musim hujan
seperti sekarang ini dengan luas baku sawahnya sebesar 39.827 ha dengan tanam
serempak sebagai ciri khas pola tanamnya petani maka pada bulan Januari dan
Februari kemarin luas panen padi masing-masing mencapai 873 ha dan 14.371 ha.
“Selanjutnya puncak panen padi terjadi bulan Maret 2020
dengan luasan 21.260 hektar dengan produktivitas 6,26 per ton. Daerah yang paling
luas panennya adalah di Kecamatan Masaran disusul Sumber Lawang dan
Tanon,” bebernya.
Terkait harga gabah, Eka menuturkan harga gabah kering panen
(GKP) saat ini diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu sebesar Rp 4.200
per kilogram harga. Panen juga berlangsung di bulan April 2020 dengan luas
panen mencapai 18.333 ha.
“Dengan demikian kabupaten sragen dengan sebutan
sukowati tetap menjadi tumpuan penyediaan beras di Indonesia baik saat ini
maupun yang akan datang,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan,
Suwandi mengatakan pihaknya selalu sigap memperhatikan ketersediaan pangan yang
ada di semua daerah khususnya Kabupaten Sragen. Sesuai arahan Menteri
Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pihak Kementan dengan cepat memberikan bantuan
agar kegiatan budidaya komoditas pertanian terutama padi berhasil dipanen
dengan produktivitas tinggi dan jaminan harga yang menguntungkan petani.
“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kita meminta
para petani dan semua pihak agar selalu menjaga kesehatan, cuci tangan dengan
sabun, melakukan social distancing dan ikuti anjuran pemerintah. Semuanya harus
tetap semangat meningkatkan produksi guna memasok pangan secara cukup bagi
penduduk,” ujarnya.
Guna menjamin ketersediaan beras selama wabah virus Corona,
Suwandi menegaskan Kementan mendukung tindakan tegas aparat berwajib untuk
memberi efek jera kepada oknum yang sengaja menaikkan harga dan menimbun bahan
pangan, salah satunya beras.
“Kalau ada penimbunan, kami bersinergi dengan pihak
Kepolosian, kami turun tangan. Jangan biarkan publik panik sehingga terjadi
yang namanya panic buying. Kita usahakan mulai dari kebutuhan hingga
produksi dalam negeri tetap berjalan,” tandasnya. (rls)


