Polisi : Kesalahpahaman Antar Sopir, Soal Aksi Pecah Kaca Truk di Tanjung Priok

Jakarta – Polres Pelabuhan Tanjung Priok membantah aksi memecahkan kaca truk di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, merupakan imbas penangkapan preman yang dilakukan beberapa hari terakhir atas instruksi Presiden RI (Joko Widodo).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok (AKBP. Putu Kholis) menjelaskan aksi memecahkan kaca akibat dari kesalahpahaman antar sopir truk.

Bacaan Lainnya

“Bukan aksi premanisme dan bukan reaksi atas penertiban premanisme. Tapi kejadian akibat adanya kesalahpahaman antar sopir,” terangnya.

Aksi pemecahan kaca dalam video yang beredar di media sosial terjadi di kawasan Jalan Rawa Bebek, Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Menurutnya, aksi itu bukan imbas dari penertiban preman yang kerap memalak sopir truk. Demi membuat terang informasi yang beredar, Ia juga mengirimkan video klarifikasi dari pembuat video bernama (Bowo).

Di dalam video klarifikasi yang berdurasi satu menit itu, Bowo membeberkan, video pemecahan kaca ia rekam pada hari Jumat lalu (11/06/2021). Saat itu, ia merasa gugup sehingga salah mengucapkan kalimat.

“Itu saya kata-katanya salah hitung, itu saya karena gugup jadi salah ngomong,” tuturnya.

Ia mengatakan, peristiwa pemecahan kaca itu merupakan bukan aksi premanisme, melainkan buntut dari kesalahpahaman antar sopir di kawasan Pasar Bebek, Marunda, Jakarta Utara.

“Itu hanya kesalahpahaman sesama sopir,” tegasnya.

(PoldaMetroJaya)

(rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *